Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

“Perut begah setelah makan memang menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Meski kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya, namun jika terjadi terus-menerus perlu Anda waspadai juga.”

Oriflakes, Bantul – Perut begah umumnya terjadi akibat penumpukan gas atau udara di saluran pencernaan. Ini bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan tertentu atau kebiasaan makan yang tidak sehat seperti terlalu cepat dan dalam jumlah yang sangat banyak dalam sekali makan.

Perut begah memang sensasi yang umum terjadi pada beberapa orang, yang membuat mereka merasakan perut seperti terasa penuh, padat, kencang dan sesak, bahkan sebagian ada yang menggambarkan sensasi yang dibarengi dengan rasa perih. 

Beberapa ciri-ciri perut begah seperti

  • Sering sendawa
  • Perut membesar
  • Buang angin atau kentut terus-menerus
  • Sakit dan kram perut
  • Perut berbunyi atau seperti keroncongan

BACA JUGA:

Penyebab Perut Begah

Begah memang terjadi akibat banyaknya gas atau sisa makanan di dalam perut. Meski pada dasarnya perut memang mengandung gas dan tidak menyebabkan masalah, namun jika gas di dalamnya terlalu berlebihan tentu menimbulkan sensasi yang tidak nyaman dan terlihat membesar. Berikut beberapa penyebab perut begah:

1. Menelan Banyak Udara

Perut begah akibat tubuh menelan banyak udara bisa terjadi akibat

  • Makan terburu-buru
  • Makan sambil ngobrol
  • Memakai gigi palsu
  • Merokok
  • Mengunyah permen karet
  • Mengkonsumsi minuman bersoda

 

2. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak termasuk makanan yang sulit dicerna tubuh. Akibatnya, makanan dapat mengendap lebih lama di dalam lambung, dan menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida yang memenuhi lambung.

3. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan atau tidak dapat mencerna zat makanan tertentu juga bisa menyebabkan perut begah. Jenis intoleransi yang paling sering dijumpai adalah intoleransi laktosa, yakin ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna gula susu atau laktosa. Akibatnya orang yang mengalami intoleransi laktosa akan merasakan begah saat mereka mengkonsumsi susu, keju, yoghurt, atau olahan susu lainnya.

4. Sedang Menstruasi

Wanita umumnya merasakan perut kencang dan padat dalam beberapa hari menjelang haid dan selama haid masih berlangsung. Melansir dari situs Cleveland Clinic, kadar estrogen meningkat saat menstruasi dan menyebabkan tubuh menahan air. Estrogen dan progesteron ini bisa mempercepat atau memperlambat gerakan usus sehingga memicu gas dan perut yang begah 

5. Penyakit Asam Lambung Naik

Asam lambung naik atau dikenal juga dengan nama GERD, adalah kondisi meningkatnya produksi asam lambung yang dibarengi dengan melemahnya katup sfingter yang membatasi kerongkongan dan lambung. Saat kedua kondisi ini terjadi, dapat mengakibatkan sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, dan perut begah. 

Cara Mengatasi Perut Begah Setelah Makan

Tips mengatasi perut begah

Sendawa dan kentut umumnya bisa membantu mengatasi penumpukan gas dan udara di usus ini. Jika Anda susah sendawa atau kentut, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perut begah setelah makan seperti berikut ini:

1. Jalan-jalan Ringan

Melansir dari Healthline, jalan-jalan ringan dapat mengatasi perut begah setelah makan. Sesaat setelah makan, cobalah untuk beranjak dari tempat duduk dan jalan-jalan ringan sebentar. Tak hanya meredakan perut begah setelah makan, olahraga ringan ini juga bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar.

2. Konsumsi Probiotik

Cobalah mengkonsumsi probiotik saat perut terasa begah setelah makan. Probiotik sendiri adalah suatu zat yang mengandung berbagai jenis mikroorganisme yang dapat mengatur keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik di dalam usus dapat meningkatkan kinerja enzim yang membantu memecah karbohidrat, lemak dan protein di dalam pencernaan sehingga dapat mengurangi rasa begah.

3. Minum Jahe

Jahe adalah obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti perut begah dan kembung. Pasalnya, minuman jahe mampu membantu mempercepat proses pengosongan perut dan dapat meredakan gejala perut kembung atau begah akibat proses pencernaan yang tidak lancar. 

Jika Anda mengalami perut begah karena asam lambung, artinya masalah lambung ini harus diatasi terlebih dahulu. Caranya dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti Oriflakes Gaztro. Bubur sereal yang diformulasikan dari bahan alami yang dapat membantu mengatasi asam lambung, maag dan berbagai gejalanya yang muncul. Cukup Anda konsumsi 2-3 kali sehari sebagai terapi asam lambung di rumah. Untuk info lebih lengkap tentang Oriflakes Gaztro, segera hubungi kami melalui nomor yang ada di website ini. 

Jadi itulah cara mengatasi perut begah setelah makan. Silahkan mencoba beberapa tips diatas, dan semoga masalah perut begah Anda bisa segera teratasi. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapatkan informasi kesehatan lambung lainnya, hanya di website ini. Sampai jumpa.

BACA JUGA:

Pentingnya Membangun Massa Otot untuk Kesehatan Tubuh

Pentingnya Membangun Massa Otot untuk Kesehatan Tubuh

Pentingnya Membangun Massa Otot untuk Kesehatan Tubuh

“Mengapa membangun massa otot itu sangatlah penting? Salah satunya untuk menjaga berat badan ideal. Simak penjelasan lengkapnya disini”

Oriflakes, Bantul – Mungkin kamu pernah mendengar kabar jika kita meningkatkan massa otot maka kita dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Kabar ini tidak sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Karena melansir dari Hellosehat.com, otot ternyata dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan dengan lemak. Ini karena otot bersifat lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak. Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa semakin banyak massa otot yang kita miliki, maka akan semakin banyak kalori yang terbakar. Dengan kalori yang terbakar lebih banyak, maka impian punya body goals bisa tercapai dengan lebih optimal. 

Meski kalori yang terbakar tidak sebanyak yang kita duga, latihan kekuatan untuk membangun massa otot dapat membantu menghilangkan lemak juga. Karena faktanya, memiliki massa otot yang lebih banyak dapat membuat kita menjadi tidak mudah bertambah gemuk seiring bertambahnya usia. Padahal, umumnya berat badan cenderung meningkat seiring dengan pertambahan usia akibat metabolisme yang lambat.

Selain itu, latihan membangun massa otot juga dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis atau pengeroposan tulang. Tak hanya itu, latihan membangun massa otot juga dapat meningkatkan keseimbangan tubuh, sehingga mengurangi risiko cedera. Dengan begitu, kualitas hidup pun bisa meningkat sehingga kita bisa bebas melakukan berbagai aktivitas harian.

Cara Membangun Massa Otot

Massa otot

Untuk membangun massa otot, ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Beberapa diantaranya sebagai berikut ini: 

1. Fokus pada Latihan Kekuatan

Salah satu langkah pertama dalam menghilangkan lemak dan membentuk otot adalah dengan fokus pada latihan kekuatan. Angkat beban adalah bentuk olahraga yang sangat efektif untuk membentuk dan membesarkan massa otot. Jika kamu baru saja memulai latihan kekuatan atau sudah rehat sejenak dari latihan sebelumnya, inilah saat yang tepat untuk memulainya. Tubuhmu akan merespons lebih baik terhadap pembentukan otot saat baru terbiasa dengan latihan beban.

Tak hanya angkat beban, latihan kekuatan lain seperti push up, pull up, sit up, dan squat juga dapat membantu membentuk otot dengan baik. Pastikan Kamu melibatkan semua kelompok otot utama saat berlatih dengan melakukan 4 hingga 7 kali perulangan dalam setiap latihan.

2. Terapkan Sistem Defisit Kalori

Menerapkan sistem defisit kalori adalah langkah penting dalam mencapai tujuanmu. Defisit kalori berarti Kamu harus mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar, sehingga tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Ini dapat dicapai dengan mengurangi asupan kalori harian atau meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga, atau bahkan keduanya.

Sistem defisit kalori membantu meningkatkan metabolisme tubuh untuk membakar lemak dan dalam waktu yang sama membantu mempertahankan massa otot. Cobalah menerapkan defisit kalori sedang, yaitu mengurangi sekitar 20 hingga 25 persen dari kebutuhan kalori harianmu. Ini akan membantumu kehilangan lemak sambil tetap memungkinkan proses pembentukan otot.

3. Pilih Olahraga Interval Intensitas Tinggi

Menggabungkan latihan kekuatan dengan olahraga kardio interval intensitas tinggi (High-Intensity Interval Training/HIIT) dapat membantu mencapai tujuanmu secara lebih efektif. Kombinasi dari kedua jenis latihan ini membantu membakar lemak dengan efisien bahkan setelah Kamu selesai berolahraga.

Kamu dapat memilih latihan kekuatan seperti angkat beban atau squat, lalu menggabungkannya dengan sesi HIIT selama 10 hingga 20 menit. Latihan HIIT dapat berupa berbagai jenis aktivitas kardio seperti berlari atau bersepeda. Lakukan sesi HIIT sekitar 3 hingga 6 kali per minggu dengan durasi yang sesuai.

4. Rutin Gonta-ganti Jenis Latihan

Tubuh memiliki kecenderungan untuk beradaptasi dengan latihan rutin yang sama. Untuk mencegah stagnasi dan membantu melatih otot yang berbeda, penting untuk rutin mengubah jenis latihan. Kamu bisa meningkatkan intensitas, mengubah waktu istirahat, memvariasikan beban, meningkatkan kecepatan gerakan, atau bahkan menggabungkan latihan dengan jenis olahraga lainnya.

Lakukan perubahan jenis latihan setiap 4 hingga 6 minggu agar tubuh tetap merespons latihan dengan baik dan Kamu akan mendapatkan manfaat yang optimal.

BACA JUGA: Diet Tanpa Olahraga, Apa Bisa?

5. Konsumsi Makanan yang Seimbang dan Sehat

Latihan yang baik saja tidak cukup. Untuk mencapai hasil yang maksimal, Kamu perlu mengonsumsi makanan yang seimbang, bervariasi, dan sehat. Pastikan bahwa asupan makananmu mengandung nutrisi yang mencukupi untuk mendukung proses pembentukan otot dan penurunan lemak.

6. Beri Tubuh Waktu untuk Istirahat

Tidak kalah pentingnya, berikan tubuhmu waktu yang cukup untuk beristirahat. Berolahraga setiap hari tanpa istirahat yang memadai dapat menyebabkan kelelahan dan bahkan cedera. Proses pemulihan tubuh adalah bagian integral dari proses membentuk otot dan menghilangkan lemak. Pastikan kamu punya waktu tidur yang cukup, karena tidur membantu memperbaiki jaringan otot dan memulihkan energi tubuh.

Kesimpulan

Menghilangkan lemak dan membentuk otot dalam satu waktu membutuhkan komitmen dan usaha yang konsisten. Dengan menggabungkan latihan kekuatan, sistem defisit kalori, olahraga interval intensitas tinggi, variasi jenis latihan, pola makan seimbang, dan istirahat yang cukup, Kamu dapat mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran dengan lebih efektif. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai program latihan dan diet baru.

BACA JUGA: Manfaat Whey Protein & Psyllium Husk