Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Secangkir kopi memang sudah menjadi minuman yang sangat populer untuk berbagai kalangan dan usia. Sayangnya, bagi penderita gangguan asam  lambung, kopi termasuk minum pantangan yang harus dihindari. Lantas seberapa berbahayakah minuman ini?

Artikel ini akan membahas bahaya kopi bagi penderita gangguan lambung, menggali dampak negatifnya dan memberikan saran tentang bagaimana cara menikmatinya dengan lebih aman. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini secara lengkap ya.

Apa itu Asam Lambung?

Sebelum kita membahas bahaya kopi bagi penderita asam lambung, mari kita memahami apa itu asam lambung dan mengapa hal itu bisa menjadi masalah kesehatan. Asam lambung adalah cairan yang diproduksi oleh lambung untuk membantu proses pencernaan. 

Namun, terkadang, produksi asam lambung dapat meningkat hingga berlebihan dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti mulas, mual, dan rasa terbakar di dada.

Hubungan Kopi dan Asam Lambung

Selama ini, kopi memang sering dikaitkan dengan gangguan lambung, sehingga memicu stigma bahwa penderita asam lambung harus menghindari minuman ini, karena dianggap memiliki kandungan asam yang tinggi.

Padahal, para ahli mengungkapkan bahwa tingkat keasaman (pH) kopi tertinggi hanya berada pada angka 4,7. Jumlah ini justru setara dengan pisang. Sementara kopi hitam rata-rata memiliki pH sekitar 5. Lantas, sebenarnya apakah hal yang membuat minuman ini harus penderita asam lambung hindari?

Dalam Scientific American, ahli nutrisi Monica Reinagel menjelaskan bahwa gangguan asam lambung terjadi bukan karena tingkat keasaman kopi.

Melainkan karena minuman ini mengandung senyawa kimia seperti kafein dan asam klorogenat, yang dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi penderita asam lambung, peningkatan produksi asam ini dapat menyebabkan gejala yang lebih parah atau bahkan memicu serangan asam lambung. 

Meski demikian, dalam secangkir kopi ternyata mengandung N-methylpyridinium (NMP), yang berfungsi menahan pelepasan asam lambung penyebab iritasi. Itu sebabnya para ahli menyarankan penderita gangguan lambung untuk minum kopi yang tinggi NMP, serta rendah kafein dan asam klorogenik. 

Namun sayangnya, kopi dengan kriteria yang seperti ini agak sulit kamu temukan di berbagai jenis kopi yang beredar di pasaran.

Bahaya Kopi Bagi Penderita Asam Lambung

Penderita gangguan lambung memang sebaiknya menghindari minum kopi. Bukan tanpa sebab, tapi kebanyakan kopi memang bisa memicu beberapa risiko kondisi kesehatan yang berbahaya seperti berikut ini:

  • Stimulasi Produksi Asam Lambung 

Kafein dalam kopi dapat merangsang kelenjar lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam. Hal ini dapat meningkatkan risiko gejala asam lambung yang tidak nyaman.

  • Relaksasi Katup Esophagus 

Kopi dapat merelaksasi katup esophagus bagian bawah, yang seharusnya mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Ini dapat memperburuk refluks asam pada penderita asam lambung.

  • Iritasi Lambung 

Asam klorogenat dalam kopi dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung, memperparah peradangan pada penderita gangguan lambung kronis.

  • Peningkatan Risiko Ulkus 

Konsumsi kopi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko ulkus lambung, terutama pada individu yang sudah memiliki masalah asam lambung.

  • Gangguan Absorpsi Kalsium dan Magnesium 

Kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan kalsium dan magnesium, mineral yang penting untuk kesehatan tulang. Ini dapat menjadi masalah tambahan bagi penderita asam lambung yang mungkin sudah mengalami gangguan penyerapan nutrisi.

 

BACA JUGA:

Bolehkah Asam Lambung Minum Air Hangat?

Cara Mengolah Kunyit untuk Mengatasi Asam Lambung

11 Cemilan untuk Asam Lambung yang Sehat dan Kaya Nutrisi

 

Cara Menikmati Kopi dengan Aman

Tips aman minum kopi

Meskipun ada bahayanya, bukan berarti penderita gangguan lambung harus sepenuhnya menghindari minuman ini. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menikmati minuman ini dengan lebih aman:

  • Pilih Kopi Rendah Asam 

Pilih kopi yang rendah asam untuk mengurangi munculnya iritasi. Kamu bisa memilih minum kopi Cold brew yang kadar pH-nya sebesar 6,31. 

Rendahnya kadar keasaman kopi ini terjadi akibat air dingin untuk menyeduh kopi dapat mengencerkan konsentrasi kopi, sehingga rasanya lebih “ringan”.

  • Kurangi Jumlah Kafein 

Kurangi konsumsi kopi yang mengandung kafein tinggi. Kafein adalah stimulan utama yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

  • Tambahkan Susu atau Krim 

Menambahkan susu atau krim ke dalam kopi dapat membantu menetralkan keasaman dan mengurangi risiko iritasi lambung.

  • Pilih Kopi Berkualitas Tinggi 

Kopi berkualitas tinggi cenderung lebih rendah asamnya dan dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk penderita asam lambung.

  • Hindari Minum Kopi pada Perut Kosong 

Minum kopi setelah makan dapat membantu mengurangi dampak negatifnya pada lambung.

Kesimpulan

Bagi penderita gangguan lambung, memahami bahaya kopi sangat penting untuk menjaga kesehatan lambung. Meskipun kopi memiliki potensi merugikan, langkah-langkah seperti memilih kopi rendah asam dan menambahkan susu dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. 

Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan jika Kamu memiliki masalah asam lambung yang serius untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kamu masih dapat menikmati secangkir kopi tanpa merusak kesehatan lambungmu.

 

BACA JUGA:

5 Kebiasaan Ini Bikin Asam Lambung Naik

8 Cara Mengobati Asam Lambung dari Rumah dengan Cepat

Waspada, Inilah Tandah Maag sudah Jadi GERD

 

Asam Folat: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mencukupinya untuk Kesehatan Optimal

Asam Folat: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mencukupinya untuk Kesehatan Optimal

Asam Folat: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mencukupinya untuk Kesehatan Optimal

Pernahkah kamu mendengar tentang apa itu asam folat? Asam folat memang erat kaitannya dengan kebutuhan nutrisi untuk Ibu hamil dan menyusui. Tapi sebenarnya apakah asam folat itu? Apa saja manfaatnya dan bagaimana cara mencukupinya? Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai pengertian asam folat, manfaatnya bagi kesehatan, serta langkah-langkah praktis untuk memastikan kecukupan asupan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Asam Folat

Asam folat adalah salah satu jenis vitamin B yang bisa kita temukan dalam makanan seperti kacang kering, kacang polong, lentil, jeruk, produk gandum, hati, asparagus, bit, brokoli, kecambah atau bayam.

Bagi para Ibu hamil, mungkin sudah tidak asing dengan asam folat, atau yang dikenal juga dengan nama vitamin B9. Selain mendukung pembentukan sistem organ pada janin, vitamin ini juga dapat menjaga tumbuh kembang janin dengan baik di dalam kandungan.

Manfaat Asam Folat untuk Kesehatan

Tak hanya bagi Ibu hamil saja, asam folat juga bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi anak-anak dan orang dewasa. Beberapa manfaat dari asam folat untuk kesehatan antara lain:

Membantu Proses Pembentukan Sel dan Jaringan Tubuh

Untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, asam folat akan bekerja sama dengan nutrisi lain, seperti protein, asam amino, vitamin B12 dan vitamin C. 

Berbagai nutrisi tersebut mempunyai peran penting dalam membentuk sel-sel tubuh yang rusak, serta mendukung proses pemulihan tubuh ketika mengalami luka atau sakit.

Mencegah Kekurangan Darah (Anemia)

Meski terkesan lazim terjadi, ternyata kekurangan darah atau anemia juga bisa terjadi akibat kekurangan asupan asam folat. Ini karena salah satu fungsi asam folat adalah membentuk sel darah merah. 

Ketika asupan asam folat tidak tercukupi, maka produksi sel darah merah juga akan menurun dan meningkatkan risiko terjadinya anemia.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa asam folat dan nutrisi lain, seperti asam amino, vitamin B12, vitamin A, vitamin C, vitamin D dan selenium, berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat.

Saat asupan nutrisi ini tercukupi, produksi sel darah putih akan berjalan lancar, sehingga daya tahan tubuh tetap kuat dalam melawan kuman dan virus penyebab penyakit. 

Mencegah Gangguan Jantung

Manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari asam folat adalah mencegah gangguan jantung. Sama halnya dengan manfaat asam folat dalam pembentukan sel darah merah. Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah di dalam tubuh. Saat darah menggumpal, maka aliran darah tidak akan berjalan normal ke jantung, sehingga bisa memicu gangguan jantung dan stroke.

Meningkatkan Daya Ingat

Mengkonsumsi asam folat sehari-hari dapat meningkatkan kemampuan daya ingat. Ini karena kemampuan asam folat untuk menunjang pembentukan sel darah merah dan melancarkan suplai darah menuju otak. 

Beberapa ahli juga meyakini bahwa asam folat dapat membantu menurunkan risiko terjadinya gangguan otak, mencegah depresi, dan menjaga daya ingat.

BACA JUGA:

11 Cemilan yang Sehat dan Kaya Nutrisi untuk Lambung

7 Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit

Diet Tinggi Serat: Pengertian, Manfaat dan Cara Melakukannya

 

Sumber Makanan Asam Folat

Agar mendapatkan asupan asam folat yang mencukupi, penting untuk mengkonsumsi berbagai makanan yang kaya akan nutrisi ini. Beberapa sumber makanan yang tinggi asam folat meliputi:

1. Sayuran Hijau

Sayuran hijau adalah salah satu sumber utama asam folat. Bayam, asparagus, kale, selada, kol, dan brokoli merupakan sayuran hijau yang tinggi kandungan asam folatnya. 

Dengan menambahkan sayuran hijau ke dalam menu sehari-hari tidak hanya memberikan asam folat, tetapi juga menyediakan serat, vitamin, dan mineral lain yang esensial.

2. Buah-buahan

Berbagai buah juga dapat menjadi pilihan yang lezat untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Buah sitrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali adalah pilihan yang kaya akan asam folat. 

Selain itu, alpukat, pepaya, pisang, jambu biji, nangka, salak, dan buah naga juga mengandung asam folat yang penting untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah camilan sehat yang dapat membantu mencukupi kebutuhan asam folat. Kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang polong, dan kacang tanah adalah contoh kacang-kacangan yang kaya akan asam folat. Khususnya, kacang merah menjadi pilihan yang baik untuk ibu hamil karena kandungan folatnya yang tinggi.

4. Makanan Tinggi Protein

Makanan tinggi protein juga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan asam folat. Daging unggas, hati sapi, daging merah, hati ayam, hidangan laut, dan telur adalah contoh makanan yang tinggi protein dan mengandung asam folat. Sebagai contoh, mengonsumsi 85 gram hati sapi dapat memenuhi setengah dari kebutuhan asam folat harian.

5. Makanan yang Diperkaya Asam Folat

Beberapa produk makanan olahan, seperti roti, sereal, dan pasta, dapat menjadi pilihan praktis yang telah diperkaya dengan asam folat. Membaca label kemasan makanan adalah langkah bijak untuk mengetahui kandungan asam folat dalam produk tertentu, memastikan bahwa kebutuhan nutrisi harian terpenuhi.

Oriflakes dari umbi ararut yang mengandung asam folat

Salah satu makanan yang mengandung asam folat adalah Oriflakes. Oriflakes merupakan bubur sereal dari umbi ararut yang memiliki kandungan asam folat yang baik, sebanyak 338 mg dalam 100 gram umbi ararut, atau sekitar 84% dari tingkat kebutuhan asam folat harian.

Jika kamu ingin memenuhi asupan asam folat, kamu juga bisa mengkonsumsi Oriflakes. Selain penyajiannya yang praktis, terdapat berbagai varian rasa yang enak-enak dan bisa kamu pilih sesuai selera. Untuk info pemesanan, kamu bisa menghubungi kami melalui nomer di website ini.

Cara Mencukupi Kebutuhan Asam Folat

Setiap orang memiliki kebutuhan asam folat yang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Kondisi kesehatan tertentu, seperti kehamilan, juga dapat mempengaruhi kebutuhan asam folat bagi tubuh. 

Berikut ini adalah rekomendasi asupan asam folat harian berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) tahun 2019:

  • 160–200 mikrogram/hari untuk anak usia 1–6 tahun
  • 300 mikrogram/hari untuk anak usia 7–9 tahun
  • 400 mikrogram/hari untuk pria dan wanita berusia di atas 10 tahun
  • 600 mikrogram/hari untuk ibu hamil

Asam folat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam tahap-tahap penting seperti pertumbuhan, perkembangan janin, dan pencegahan anemia. 

Dengan mengkonsumsi berbagai sumber makanan yang kaya asam folat ke dalam pola makan sehari-hari, serta memperhatikan kebutuhan khususnya, kita dapat memastikan kecukupan nutrisi ini untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Jadi, yuk pastikan asupan asam folat harianmu sudah tercukupi dari sekarang!

BACA JUGA:

Manfaat Teh Hijau untuk Penurunan Berat Badan

Penyebab Hipertensi dan Cara Mengatasinya

Jarang diketahui, Ini Manfaat Minum Air Hangat Setiap Hari