Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Minum Kopi Saat Asam Lambung, Tak Bahayakah?

Secangkir kopi memang sudah menjadi minuman yang sangat populer untuk berbagai kalangan dan usia. Sayangnya, bagi penderita gangguan asam  lambung, kopi termasuk minum pantangan yang harus dihindari. Lantas seberapa berbahayakah minuman ini?

Artikel ini akan membahas bahaya kopi bagi penderita gangguan lambung, menggali dampak negatifnya dan memberikan saran tentang bagaimana cara menikmatinya dengan lebih aman. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini secara lengkap ya.

Apa itu Asam Lambung?

Sebelum kita membahas bahaya kopi bagi penderita asam lambung, mari kita memahami apa itu asam lambung dan mengapa hal itu bisa menjadi masalah kesehatan. Asam lambung adalah cairan yang diproduksi oleh lambung untuk membantu proses pencernaan. 

Namun, terkadang, produksi asam lambung dapat meningkat hingga berlebihan dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti mulas, mual, dan rasa terbakar di dada.

Hubungan Kopi dan Asam Lambung

Selama ini, kopi memang sering dikaitkan dengan gangguan lambung, sehingga memicu stigma bahwa penderita asam lambung harus menghindari minuman ini, karena dianggap memiliki kandungan asam yang tinggi.

Padahal, para ahli mengungkapkan bahwa tingkat keasaman (pH) kopi tertinggi hanya berada pada angka 4,7. Jumlah ini justru setara dengan pisang. Sementara kopi hitam rata-rata memiliki pH sekitar 5. Lantas, sebenarnya apakah hal yang membuat minuman ini harus penderita asam lambung hindari?

Dalam Scientific American, ahli nutrisi Monica Reinagel menjelaskan bahwa gangguan asam lambung terjadi bukan karena tingkat keasaman kopi.

Melainkan karena minuman ini mengandung senyawa kimia seperti kafein dan asam klorogenat, yang dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi penderita asam lambung, peningkatan produksi asam ini dapat menyebabkan gejala yang lebih parah atau bahkan memicu serangan asam lambung. 

Meski demikian, dalam secangkir kopi ternyata mengandung N-methylpyridinium (NMP), yang berfungsi menahan pelepasan asam lambung penyebab iritasi. Itu sebabnya para ahli menyarankan penderita gangguan lambung untuk minum kopi yang tinggi NMP, serta rendah kafein dan asam klorogenik. 

Namun sayangnya, kopi dengan kriteria yang seperti ini agak sulit kamu temukan di berbagai jenis kopi yang beredar di pasaran.

Bahaya Kopi Bagi Penderita Asam Lambung

Penderita gangguan lambung memang sebaiknya menghindari minum kopi. Bukan tanpa sebab, tapi kebanyakan kopi memang bisa memicu beberapa risiko kondisi kesehatan yang berbahaya seperti berikut ini:

  • Stimulasi Produksi Asam Lambung 

Kafein dalam kopi dapat merangsang kelenjar lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam. Hal ini dapat meningkatkan risiko gejala asam lambung yang tidak nyaman.

  • Relaksasi Katup Esophagus 

Kopi dapat merelaksasi katup esophagus bagian bawah, yang seharusnya mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Ini dapat memperburuk refluks asam pada penderita asam lambung.

  • Iritasi Lambung 

Asam klorogenat dalam kopi dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung, memperparah peradangan pada penderita gangguan lambung kronis.

  • Peningkatan Risiko Ulkus 

Konsumsi kopi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko ulkus lambung, terutama pada individu yang sudah memiliki masalah asam lambung.

  • Gangguan Absorpsi Kalsium dan Magnesium 

Kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan kalsium dan magnesium, mineral yang penting untuk kesehatan tulang. Ini dapat menjadi masalah tambahan bagi penderita asam lambung yang mungkin sudah mengalami gangguan penyerapan nutrisi.

 

BACA JUGA:

Bolehkah Asam Lambung Minum Air Hangat?

Cara Mengolah Kunyit untuk Mengatasi Asam Lambung

11 Cemilan untuk Asam Lambung yang Sehat dan Kaya Nutrisi

 

Cara Menikmati Kopi dengan Aman

Tips aman minum kopi

Meskipun ada bahayanya, bukan berarti penderita gangguan lambung harus sepenuhnya menghindari minuman ini. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menikmati minuman ini dengan lebih aman:

  • Pilih Kopi Rendah Asam 

Pilih kopi yang rendah asam untuk mengurangi munculnya iritasi. Kamu bisa memilih minum kopi Cold brew yang kadar pH-nya sebesar 6,31. 

Rendahnya kadar keasaman kopi ini terjadi akibat air dingin untuk menyeduh kopi dapat mengencerkan konsentrasi kopi, sehingga rasanya lebih “ringan”.

  • Kurangi Jumlah Kafein 

Kurangi konsumsi kopi yang mengandung kafein tinggi. Kafein adalah stimulan utama yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

  • Tambahkan Susu atau Krim 

Menambahkan susu atau krim ke dalam kopi dapat membantu menetralkan keasaman dan mengurangi risiko iritasi lambung.

  • Pilih Kopi Berkualitas Tinggi 

Kopi berkualitas tinggi cenderung lebih rendah asamnya dan dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk penderita asam lambung.

  • Hindari Minum Kopi pada Perut Kosong 

Minum kopi setelah makan dapat membantu mengurangi dampak negatifnya pada lambung.

Kesimpulan

Bagi penderita gangguan lambung, memahami bahaya kopi sangat penting untuk menjaga kesehatan lambung. Meskipun kopi memiliki potensi merugikan, langkah-langkah seperti memilih kopi rendah asam dan menambahkan susu dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. 

Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan jika Kamu memiliki masalah asam lambung yang serius untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kamu masih dapat menikmati secangkir kopi tanpa merusak kesehatan lambungmu.

 

BACA JUGA:

5 Kebiasaan Ini Bikin Asam Lambung Naik

8 Cara Mengobati Asam Lambung dari Rumah dengan Cepat

Waspada, Inilah Tandah Maag sudah Jadi GERD

 

Bikin Tenggorokan Serak, Apa Itu LPR?

Bikin Tenggorokan Serak, Apa Itu LPR?

Bikin Tenggorokan Serak, Apa Itu LPR?

LPR adalah salah satu komplikasi asam lambung naik yang bisa menyebabkan masalah di tenggorokan. Untuk mengetahui cara mengatasinya, yuk simak artikel ini sampai tuntas.

Oriflakes, Bantul – Pernahkah Anda mengeluhkan sakit tenggorokan, suara serak hingga kesulitan menelan di waktu yang hampir bersamaan? Jika iya, ada kemungkinan gejala yang Anda rasakan merupakan gejala dari penyakit LPR. Apa itu LPR?

Laryngopharyngeal reflux (LPR) adalah kondisi ketika asam di lambung naik ke bagian belakang tenggorokan, kotak suara, bahkan ke bagian belakang saluran napas hidung.

Kondisi ini sering sering disebut juga dengan nama silent reflux atau refluks laringofaring, yang hampir serupa dengan kondisi GERD.

Meski mirip, kedua kondisi ini sebenarnya tidaklah sama. Karena pada kasus LPR, asam lambung yang naik akan mencapai banyak area, sedangkan GERD hanya sampai ke area kerongkongan saja. Dalam kondisi LPR, asam lambung bahkan bisa naik ke bagian belakang saluran napas hidung. 

Kabar buruknya, kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. 

Gejala Terkena LPR

Gejala LPR sebenarnya hampir mirip seperti gejala GERD, tapi cenderung tidak menyebabkan rasa mulas atau sensasi perih terbakar di dada dan tenggorokan. 

Setiap orang yang mengalami kenaikan asam lambung bisa merasakan gejala yang berbeda-beda. Tapi pada kasus orang dewasa biasanya akan mengeluhkan beberapa gejala seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak ringan
  • Kesulitan menelan
  • Sensasi benjolan di tenggorokan
  • Merasa ada yang mengganjal di tenggorokan, seperti dahak
  • Batuk karena asam lambung
  • Laring (kotak suara) merah, bengkak atau mengalami iritasi

Melansir dari website University of Michigan Health, gejala LPR pada anak ada sedikit perbedaan dengan gejala yang muncul pada orang dewasa. Beberapa gejalanya seperti

  • Muntah terus menerus
  • Pendarahan dari kerongkongan
  • Masalah pernapasan
  • Mudah tersedak
  • Pneumonia berulang
  • Asma
  • Masalah menelan
  • Anemia
  • Bayi menjadi rewel

Penyebab Munculnya LPR

Sama halnya dengan penyakit GERD, LPR bisa terjadi karena naiknya asam lambung hingga ke tenggorokan. Ini terjadi akibat otot sfingter esofagus yang mengatur pembukaan antara kerongkongan dan lambung, gagal menutup dengan sempurna.

Di samping itu, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan munculnya LPR, seperti

  • Memiliki pola makan yang buruk
  • Sering memakai pakaian ketat
  • Kelebihan berat badan
  • Mengalami stres yang berlebihan

Cara Tepat untuk Mengatasi LPR

Sebagian besar kasus LPR sebenarnya tidak memerlukan perawatan medis dan bisa Anda atasi sendiri dirumah dengan melakukan perubahan gaya hidup sebagai berikut ini.

1. Ikuti Diet Asam Lambung 

Caranya dengan menghindari mengkonsumsi

2. Makan Sering dengan Porsi yang Kecil

Mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil sebanyak 5-6 kali sehari juga bisa mencegah naiknya asam lambung. 

3. Menurunkan berat badan

Memiliki berat badan berlebih menyebabkan adanya tumpukan lemak di area perut. Nah lemak ini lama kelamaan bisa menekan lambung, jadi membuat asam lambung mudah naik.

Karena itu, menjaga berat badan ideal sangatlah penting. Anda bisa melakukanya dengan rutin berolahraga.

4. Hindari makan berat dalam 2 jam sebelum tidur

Langsung tidur setelah mengkonsumsi makanan berat bisa meningkatkan asam lambung naik. Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda berikan jeda antara makan berat dan tidur selama minimal 2 jam.

5. Posisikan kepala lebih tinggi saat tidur

Tujuannya tentu untuk mencegah asam lambung naik dengan mudah ke kerongkongan. Anda juga bisa melakukan posisi tidur miring ke kiri untuk menjaga cairan asam tetap berada di dalam lambung.

Konsumsi Oriflakes Gaztro untuk Atasi Asam Lambung Naik

solusi atasi LPR

 makanan atau minuman penyebab asam lambung naik. Beberapa diantaranya seperti makanan pedas, berlemak, gorengan, dan asam. Selain itu, Anda juga harus menghindari minuman tinggi kafein seperti kopi dan juga soda. 

 

Jika Anda masih mengalami kesulitan untuk mengatasi asam lambung naik, Anda bisa mengkonsumsi Oriflakes Gaztro juga. Karena Oriflakes gaztro mengandung formula bahan alami yang sudah terbukti dan teruji secara klinis untuk menetralkan asam lambung. 

Oriflakes Gaztro juga merupakan produk nutrasetikal yang memberikan manfaat kesehatan tanpa meninggalkan efek samping yang berbahaya. 

Cukup mengkonsumsinya secara rutin 4x sehari, sebagai sarapan, cemilan sebelum siang, cemilan sore dan makan malam. Maka Anda bisa memiliki lambung yang lebih sehat dan terlindung dari masalah asam lambung. Yuk Miliki lambung yang sehat dengan konsumsi Oriflakes Gaztro setiap hari!!

BACA JUGA:

Kebiasaan yang Sering Kamu Lakukan Memicu Asam Lambung, Cek Kebenarannya Disini!

Sering Batuk Karena Asam Lambung? Ternyata Begini Cara Mengatasinya!

Waktu Makan Ini Khusus untuk Penderita Asam Lambung

Minum Teh Setelah Makan Ternyata Bisa Berbahaya, Ini Alasannya!

Minum Teh Setelah Makan Ternyata Bisa Berbahaya, Ini Alasannya!

Minum Teh Setelah Makan Ternyata Bisa Berbahaya, Ini Alasannya!

Oriflakes, Bantul – Minum teh, baik dalam kondisi dingin maupun hangat setelah makan menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Rasa dan aroma teh yang enak memang cocok untuk membantu membersihkan mulut dan lidah dari sisa-sisa makanan setelah makan. 

Meski terdengar biasa saja, ternyata minum teh setelah makan merupakan hal yang sebaiknya Anda hindari. Hal ini terkuak setelah ada banyak penelitian yang menyebutkan risiko kesehatan yang bisa muncul dari kebiasaan ini. Apa sajakah itu? Yuk ketahui selengkapnya disini!

Manfaat dan Kandungan dalam Teh

Teh sebenarnya termasuk ke dalam kategori minuman yang kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan. Minuman favorit banyak orang ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan sendiri dapat membantu meregenerasi dan memperbaiki sel tubuh yang rusak, mencegah penuaan dini, dan melawan radikal bebas.

Teh juga merupakan salah satu minuman yang memiliki kandungan kafein. Meski tidak sebanyak kopi, kafein dalam teh juga dapat membantu Anda tetap segar dan waspada. 

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa minum teh secara rutin bisa mengurangi beberapa risiko penyakit seperti kanker, hipertensi, penyakit hati (liver), serangan jantung dan stroke. 

Selain itu, Teh juga bisa membantu menurunkan serta mengendalikan berat badan. Karena segudang manfaatnya inilah, teh menjadi minuman favorit orang-orang, terutama di Asia sejak berabad-abad yang lalu.  

Meski mempunyai banyak manfaat, minum teh juga tidak boleh sembarangan. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah kapan waktu yang tepat untuk minum teh. Karena jika Teh diminum pada waktu yang tidak tepat, seperti setelah makan, justru bisa menyebabkan risiko kesehatan.

BACA JUGA:

Cara Mengatasi Batuk Karena Asam Lambung

Stress Bisa Meningkatkan Risiko Asam Lambung Kambuh

Manfaat Puasa untuk Penderita Asam Lambung

Risiko Kesehatan Akibat Minum Teh Setelah Makan 

Bahaya minum teh setelah makan

Beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul dari kebiasaan minum teh setelah makan antara lain: 

1. Menghambat Penyerapan Zat Besi pada Tubuh

Menurut sebuah penelitian yang terpublikasi di Critical reviews in food science and nutrition berjudul Effect of tea and other dietary factors on iron absorption, teh memang tidak dianjurkan untuk diminum setelah makan. 

Sebab, kandungan asam fitat pada teh dapat mengacaukan penyerapan zat gizi pada tubuh. Perlu Anda ketahui bahwa setelah makan, tubuh akan mencerna dan menyerap seluruh manfaat dari makanan yang Anda konsumsi.

Sayangnya, interaksi antara asam fitat yang ada dalam teh justru bisa menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn) dan Magnesium (Mg). Jika ini terjadi, bisa meningkatkan risiko anemia atau kekurangan zat besi. 

Alih-alih minum teh, para peneliti justru menyarankan untuk perbanyak minum air putih, termasuk setelah makan. Ini karena air putih terbukti dapat membantu proses pencernaan makanan. Selain itu, air putih juga penting untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh agar tetap terhidrasi. 

Para peneliti juga menyebutkan bahwa minum jus buah yang banyak mengandung vitamin C juga bisa Anda lakukan. Sebab, jus buah bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Namun, pastikan untuk menghindari jus buah yang mengandung banyak gula ya.

2. Menyebabkan Konstipasi

Teh memiliki kandungan senyawa tanin di dalamnya. Karena kandungan ini lah, minum teh setelah makan dikhawatirkan dapat memicu terjadinya konstipasi. Sebab, salah satu manfaat dari tanin pada teh adalah bersifat anti diare. Selain itu, tanin juga dapat mengganggu penyerapan protein dapat tubuh.

3. Memicu Peningkatan Asam Lambung 

Minum teh setelah makan berpotensi menjadi pemicu naiknya produksi asam lambung berlebih. Ini akibat kandungan kafein dalam teh yang bisa meningkatkan produksi asam lambung, sekaligus melemahkan otot sfingter (otot pembatas antara lambung dan kerongkongan), sehingga membuat asam lambung bisa naik ke kerongkongan dengan lebih mudah.

Jika asam lambung mengalami kenaikan, maka dapat memicu berbagai masalah pada saluran cerna, seperti penyakit gastritis dan GERD.  Itu sebabnya, teh juga menjadi salah satu minuman yang sebaiknya penderita masalah lambung hindari. 

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Teh?

Jika setelah makan Anda ingin minum teh, sebaiknya berikan jeda sekitar 30 sampai 60 menit. Selain itu, jenis teh yang Anda minum juga sebaiknya Anda sesuaikan. 

Cobalah untuk minum teh hijau setelah makan. Karena kandungan pada teh ini terbukti dapat membantu melancarkan pencernaan serta tak memiliki dampak yang terlalu besar terhadap penyerapan nutrisi makanan. 

Minum teh setelah makan pun sebaiknya Anda lakukan dengan poris yang yang cukup. Ada baiknya untuk tidak minum teh lebih dari satu cangkir setelah makan. 

Selain setelah makan, Anda juga bisa minum teh untuk mendapatkan manfaatnya. Seperti saat sedang bersantai di sore hari. Namun, sebaiknya Anda hindari minum teh sesaat sebelum tidur dimalam hari ya. Karena kandungan kafeinnya justru bisa membuat Anda sulit tidur. 

Teh memang memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang tak terbantahkan. Tapi, jika Anda ragu untuk minum teh, sebaiknya Anda menggantinya dengan minum air setidaknya dua liter sehari. Tujuannya tentu untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh selama seharian beraktivitas.

BACA JUGA:

Manfaat Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

10 Cara Pencegahan Maag Agar Sembuh Total

5 Kebiasaan Ini dapat Memicu Asam Lambung

Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

Perut Begah setelah Makan, Gimana Cara Mengatasinya? 

“Perut begah setelah makan memang menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Meski kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya, namun jika terjadi terus-menerus perlu Anda waspadai juga.”

Oriflakes, Bantul – Perut begah umumnya terjadi akibat penumpukan gas atau udara di saluran pencernaan. Ini bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan tertentu atau kebiasaan makan yang tidak sehat seperti terlalu cepat dan dalam jumlah yang sangat banyak dalam sekali makan.

Perut begah memang sensasi yang umum terjadi pada beberapa orang, yang membuat mereka merasakan perut seperti terasa penuh, padat, kencang dan sesak, bahkan sebagian ada yang menggambarkan sensasi yang dibarengi dengan rasa perih. 

Beberapa ciri-ciri perut begah seperti

  • Sering sendawa
  • Perut membesar
  • Buang angin atau kentut terus-menerus
  • Sakit dan kram perut
  • Perut berbunyi atau seperti keroncongan

BACA JUGA:

Penyebab Perut Begah

Begah memang terjadi akibat banyaknya gas atau sisa makanan di dalam perut. Meski pada dasarnya perut memang mengandung gas dan tidak menyebabkan masalah, namun jika gas di dalamnya terlalu berlebihan tentu menimbulkan sensasi yang tidak nyaman dan terlihat membesar. Berikut beberapa penyebab perut begah:

1. Menelan Banyak Udara

Perut begah akibat tubuh menelan banyak udara bisa terjadi akibat

  • Makan terburu-buru
  • Makan sambil ngobrol
  • Memakai gigi palsu
  • Merokok
  • Mengunyah permen karet
  • Mengkonsumsi minuman bersoda

 

2. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak termasuk makanan yang sulit dicerna tubuh. Akibatnya, makanan dapat mengendap lebih lama di dalam lambung, dan menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida yang memenuhi lambung.

3. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan atau tidak dapat mencerna zat makanan tertentu juga bisa menyebabkan perut begah. Jenis intoleransi yang paling sering dijumpai adalah intoleransi laktosa, yakin ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna gula susu atau laktosa. Akibatnya orang yang mengalami intoleransi laktosa akan merasakan begah saat mereka mengkonsumsi susu, keju, yoghurt, atau olahan susu lainnya.

4. Sedang Menstruasi

Wanita umumnya merasakan perut kencang dan padat dalam beberapa hari menjelang haid dan selama haid masih berlangsung. Melansir dari situs Cleveland Clinic, kadar estrogen meningkat saat menstruasi dan menyebabkan tubuh menahan air. Estrogen dan progesteron ini bisa mempercepat atau memperlambat gerakan usus sehingga memicu gas dan perut yang begah 

5. Penyakit Asam Lambung Naik

Asam lambung naik atau dikenal juga dengan nama GERD, adalah kondisi meningkatnya produksi asam lambung yang dibarengi dengan melemahnya katup sfingter yang membatasi kerongkongan dan lambung. Saat kedua kondisi ini terjadi, dapat mengakibatkan sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, dan perut begah. 

Cara Mengatasi Perut Begah Setelah Makan

Tips mengatasi perut begah

Sendawa dan kentut umumnya bisa membantu mengatasi penumpukan gas dan udara di usus ini. Jika Anda susah sendawa atau kentut, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perut begah setelah makan seperti berikut ini:

1. Jalan-jalan Ringan

Melansir dari Healthline, jalan-jalan ringan dapat mengatasi perut begah setelah makan. Sesaat setelah makan, cobalah untuk beranjak dari tempat duduk dan jalan-jalan ringan sebentar. Tak hanya meredakan perut begah setelah makan, olahraga ringan ini juga bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar.

2. Konsumsi Probiotik

Cobalah mengkonsumsi probiotik saat perut terasa begah setelah makan. Probiotik sendiri adalah suatu zat yang mengandung berbagai jenis mikroorganisme yang dapat mengatur keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik di dalam usus dapat meningkatkan kinerja enzim yang membantu memecah karbohidrat, lemak dan protein di dalam pencernaan sehingga dapat mengurangi rasa begah.

3. Minum Jahe

Jahe adalah obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti perut begah dan kembung. Pasalnya, minuman jahe mampu membantu mempercepat proses pengosongan perut dan dapat meredakan gejala perut kembung atau begah akibat proses pencernaan yang tidak lancar. 

Jika Anda mengalami perut begah karena asam lambung, artinya masalah lambung ini harus diatasi terlebih dahulu. Caranya dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti Oriflakes Gaztro. Bubur sereal yang diformulasikan dari bahan alami yang dapat membantu mengatasi asam lambung, maag dan berbagai gejalanya yang muncul. Cukup Anda konsumsi 2-3 kali sehari sebagai terapi asam lambung di rumah. Untuk info lebih lengkap tentang Oriflakes Gaztro, segera hubungi kami melalui nomor yang ada di website ini. 

Jadi itulah cara mengatasi perut begah setelah makan. Silahkan mencoba beberapa tips diatas, dan semoga masalah perut begah Anda bisa segera teratasi. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapatkan informasi kesehatan lambung lainnya, hanya di website ini. Sampai jumpa.

BACA JUGA:

Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Maag Akut

Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Maag Akut

Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Maag Akut

“Maag Akut atau gastritis adalah kondisi peradangan pada lapisan lambung yang muncul mendadak. Kondisi ini akan memicu rasa sakit pada perut yang bersifat sementara. Namun, jika tidak segera mengatasinya bisa meningkatkan risiko kanker lambung”

Oriflakes, Bantul – Keluhan sakit yang muncul mendadak dan memburuk dengan cepat dikenal dengan kondisi akut. Salah satu kondisi akut yang sering terjadi adalah maag akut atau gastritis. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan pada lapisan lambung yang menyebabkan asam lambung mengiritasi lambung.

Kondisi ini berbeda dengan maag kronis yang hanya terjadi secara perlahan, namun rasa sakitnya bisa bertahan lebih lama. 

Penyebab Maag Akut

Rusaknya lapisan lambung membuat asam mengiritasi lambung dan akhirnya menyebabkan maag akut ini, bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti

1. Infeksi Bakteri H.pylori

Bakteri H.pylori merupakan jenis bakteri yang dapat hidup di dalam saluran pencernaan. Bakteri ini sering menyerang dan menyebabkan gangguan peradangan pada lapisan lambung.

2. Terlalu Sering Minum Obat Anti Nyeri

Meski berperan dalam mengatasi rasa nyeri, Anda tetap harus berhati-hati untuk minum obat NSAID (Non-Steroid Anti-Inflamasi). Pasalnya, terlalu rutin mengkonsumsi obat ini dalam jangka waktu lama bisa mengarah pada timbulnya iritasi lambung. Beberapa contoh obat-obatan NSAID adalah aspirin, ibuprofen dan naproxen.

3. Cairan Empedu Masuk ke Lambung

Pada kondisi normal, cairan empedu seharusnya tidak bisa masuk ke dalam lambung. Namun ketika kondisi ini terjadi, lapisan lambung bisa mengalami iritasi dan akhirnya merasakan gejala maag mendadak atau gastritis.

4. Minum Alkohol Berlebihan

Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebih, bisa menyebabkan iritasi pada lambung dan menyebabkan maag akut. 

5. Alergi, Intoleransi dan Keracunan Makanan

Memiliki reaksi alergi serta mengalami intoleransi dan keracunan makanan bisa menyebabkan iritasi serta peradangan pada lambung. Kondisi inilah yang nanti akan menyebabkan maag akut dan berkembang menjadi penyakit lambung yang lebih serius.

BACA JUGA: Bolehkah Penderita Maag Minum Air Lemon?

Gejala Maag Akut yang Harus Anda Ketahui

Tidak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami maag akut. Ini bisa terjadi karena gejala awalnya masih ringan. Tak jarang, banyak orang kerap mengabaikan gejala yang muncul dan tidak menganggapnya serius. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Nyeri ulu hati
  • Perut kembung atau terasa penuh, terutama setelah makan
  • Mual
  • Muntah
  • TIdak nafsu makan
  • Rasa panas seperti terbakar pada perut
  • Muntah darah
  • BAB berwarna hitam

Cara Mencegah Maag Akut

 Ada beberapa cara untuk mencegah maag akut sebelum menyerang, antara lain:

  • Konsumsi makanan yang dimasak secara matang untuk memastikan tidak mengandung bakteri berbahaya
  • Rajin mencuci tangan saat bepergian, dari toilet, sebelum dan sesudah makan dengan sabun dan air mengalir untuk menghindari infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Hindari minuman alkohol
  • Hindari mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri non steroid kalau tidak diperlakukan atau harus dengan resep dokter
  • Berhenti merokok
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan porsi terlalu banyak
  • Temukan cara mengelola stress yang cocok bagi Anda, seperti meditasi, ibadah, pola mengatur nafas, dan menyalurkan stress melalui olahraga atau hobi dan lain sebagainya.

Secara umum, untuk mencegah kondisi maag akut, Anda harus mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dari sebelumnya. 

Konsumsi Oriflakes untuk Bantu Melindungi dan Melapisi Dinding Lambung Selama 24 Jam

Oriflakes adalah bubur sereal yang diformulasikan dari bahan-bahan alami seperti umbi ararut, gula kelapa dan susu kambing etawa. Perpaduan bahan alami ini dapat membantu menetralkan asam lambung berlebih dan juga melapisi dinding lambung yang rusak dan mengalami iritasi. 

Untuk melindungi lambung Anda dari risiko maag akut, Oriflakes ini bisa Anda konsumsi sebanyak 2 kali sehari, sebagai menu sarapan dan juga menu makan malam. Penyajiannya yang PRAKTIS membuat bubur sereal ini di sukai banyak orang. Karena hanya perlu menyeduh Oriflakes dengan air mendidih saja, dan Oriflakes sudah bisa Anda nikmati untuk melindungi lambung Anda. 

Yuk Sayangi Lambung Anda dengan Mengkonsumsi Oriflakes 2x Sehari!

BACA JUGA: 10 Cara Pencegahan Maag Agar Sembuh Total

Pencernaan yang Sehat Dukung Perkembangan Otak Anak

Pencernaan yang Sehat Dukung Perkembangan Otak Anak

Pencernaan yang Sehat Dukung Perkembangan Otak Anak

Oriflakes, Bantul – Banyak orangtua yang mengira bahwa satu-satunya cara mendukung perkembangan otak anak adalah dengan menyuruhnya untuk giat belajar setiap hari. Padahal, ada hal lain yang perlu orangtua lakukan untuk mendukung peningkatan fungsi otak anak, yaitu dengan menjaga pencernaan yang sehat pada Anak. Lantas, bagaimana bisa pencernaan yang sehat mempengaruhi perkembangan otak anak? 

Hubungan Pencernaan dan Perkembangan Otak Anak

Ada beberapa area yang berkembang pada otak anak, yaitu area pemikiran logis, mengingat, bahasa, emosi, perilaku dan kemampuan motorik. Selain faktor genetik, perkembangan otak anak juga sangat tergantung dari berbagai hal yang ia alami dan perlu mendapatkan dukungan asupan nutrisi yang sehat.

Salah satu hal yang tak kalah penting untuk mendukung perkembangan otak anak, adalah pencernaan yang sehat. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pencernaan merupakan organ penting yang berfungsi untuk menyerap nutrisi. Saat kesehatan pencernaan anak terjaga, maka penyerapan nutrisi untuk tumbuh kembangnya akan berjalan secara optimal. Itu sebabnya, pencernaan yang sehat sangatlah mempengaruhi kinerja otak. Sebaliknya, otak pun juga bisa mengirim sinyal ke saluran pencernaan. 

Komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan ini disebut juga gut-brain axis. Sebagai contoh, ketika mengalami stress atau merasa gugup akan sesuatu, kita kerap merasa mual dan sakit perut. Inilah tanda bahwa ada suatu hubungan erat antara otak dan fungsi saluran pencernaan. Itulah sebabnya, agar perkembangan fungsi otak anak dapat berjalan secara optimal, kesehatan pencernaannya harus diperhatikan, terutama pada masa emas tumbuh kembang anak (pada rentang usia 0-6 tahun). 

Ciri-ciri Pencernaan Sehat pada Anak

Beberapa ciri-ciri pencernaan sehat pada Anak yang bisa Orangtua amati sebagai berikut ini ya.

1. BAB Lancar dan Sehat

Tanda pencernaan yang sehat pada anak yang pertama adalah rutinnya buang air besar pada pagi hari. 

Menurut Mark Pimentel, MD, ahli gastroenterologi di Cedars-Sinai Medical Center, banyak yang tidak menyadari bahwa waktu BAB yang “normal” adalah di pagi hari setelah bangun tidur, baik pada anak maupun orang tua. Usus besar memiliki kebiasaan yang unik, yaitu setiap seseorang bangung tidur, maka usus besar juga akan bangun dan berkontraksi untuk mengeluarkan makanan dari hari sebelumnya.

Tak hanya rutinitasnya saja, kondisi feses anak juga harus diperhatikan, seperti warna, konsistensi, bentuk dan tekstur feses dapat menunjukkan banyak hal tentang kesehatan pencernaannya.

2. Tidak Mengalami Kembung

Walaupun rasa kembung sebenarnya termasuk hal yang umum dan bukan hal yang serius. Namun, jika Anak mengalami kembung terus-menerus, disertai gejala sakit perut, sembelit, diare, hingga penurunan berat badan, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak. Jika anak jarang mengalami kembung dan kelebihan gas, ini merupakan ciri pencernaan yang sehat.

3. Tidur Berkualitas

Menurut sebuah penelitian di Front Psychiatry, menemukan bahwa ekosistem mikroba dapat mempengaruhi tidur dan fungsi fisiologis. Hal ini termasuk mengubah siklus tidur-bangun tubuh dan mempengaruhi hormon yang mengatur tidur dan terjaga. 

Kurang tidur dapat berdampak negatif pada usus dan sebaliknya. Anak dengan pencernaan yang buruk tidurnya akan terganggu. Padahal ia tetap membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam setiap malam untuk bangun dengan penuh energi. 

Karena itu, Orangtua bisa memperhatikan saat bangun tidur anak, apakah ia sudah tampak cukup berenergi pagi ini?

4. Anak Aktif dan Ceria

Dalam beraktivitas sehari-hari termasuk mencerna makanan, anak membutuhkan banyak energi. Namun, jika sistem pencernaan tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan mengirimkan lebih banyak energi yang tersimpan ke lambung atau usus, dan membuat anak merasa kelelahan.

Sementara itu, anak yang konsisten berenergi sepanjang hari adalah pertanda yang baik bahwa tubuhnya mendapatkan nutrisi yang tepat dan menyerapnya dengan baik.

Menurut Handbook of Experimental Pharmacology, bakteri di usus berdampak pada suasana hati. Ini karena hormon pemicu rasa bahagia (serotonin) diproduksi dalam usus hingga sebanyak 95 persen.  Dengan suasana hati yang baik, anaka akan lebih nyaman dan optimal dalam proses perkembangan otaknya. 

BACA JUGA: Kenali Penyebab Asam Lambung Kronis dan Solusinya

Dukung Pencernaan Sehat dan Perkembangan Otak Anak

Mengingat betapa pengaruhnya kesehatan saluran pencernaan anak terhadap perkembangan otaknya, Orangtua harus selalu memperhatikan asupan nutrisi Anak. Tak hanya itu, ada beberapa hal yang bisa Orangtua lakukan untuk mendukung pencernaan dan perkembangan otak anak, sebagai berikut.

1. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Anak

Demi mendukung asupan nutrisi utama untuk perkembangan otak anak, Orang tua bisa memberikan sumber-sumber makanan yang kaya nutrisi dan bervariasi. 

Ikan, telur, bayam dan alpukat adalah empat bahan makanan dengan kandungan nutrisi yang sangat baik untuk mendukung perkembangan otak anak. Ikan mengandung DHA, telur mengandung kolin, bayam mengandung zat besi, sedangkan alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh.

Jangan lupa juga untuk memberinya asupan makanan tinggi serat untuk menjaga kesehatan pencernaannya. Asupan serat bisa diperoleh dari berbagai sayuran dan buah-buahan, seperti brokoli, wortel, bayam, melon, semangka, pisang dan masih banyak lagi. 

Selain itu, Orang tua juga bisa memberikan asupan bubur sereal umbi ararut ORIFLAKES pada anak dengan usia diatas 3 tahun. Tak hanya tinggi serat, namun oriflakes juga mengandung protein, karbohidrat kompleks dan asam folat untuk mendukung pertumbuhannya. 

Penyajiannya yang mudah dengan berbagai variasi rasa yang menggoda selera, bisa jadi pilihan tepat untuk menu sarapan anak setiap pagi. Untuk info selengkapnya, bisa langsung menghubungi tim kami.

2. Rutin Berolahraga

Disamping menjaga asupan nutrisi anak, Orang tua juga bisa mengajak anak berolahraga secara rutin. Dengan melakukan olahraga secara rutin, dapat membantu melancarkan pencernaan Anak. Olahraga juga dapat membantu sistem metabolisme dalam tubuh anak untuk bekerja lebih baik dalam membantu penyerapan nutrisi makanan dan membantu mengeluarkan sisa kotoran makanan dengan lebih lancar.

Dalam hal ini, anak beberapa olahraga yang bisa Orangtua lakukan bersama anak, sebut saja jogging, bersepeda, yoga dan berenang. Untuk porsi olahraganya sebaiknya jangan berlebihan, cukup melakukannya sekitar 30 menit sehari untuk menjaga kesehatan pencernaan anak.

3. Penuhi Kebutuhan Cairan 

Asupan cairan anak perlu terpenuhi sesuai kebutuhannya. Sebab, dalam sistem pencernaan, air bermanfaat untuk membantu memecah makanan, melarutkan mineral dan nutrisi dalam makanan serta melembutkan feses. Dengan asupan cairan yang cukup sebanyak minimal 8 gelas air putih sehari, dapat membantu mencegah masalah konstipasi pada anak. 

Yuk dukung Anak memiliki pencernaan yang sehat demi tumbuh-kembangnya yang optimal!

BACA JUGA: 14 Penyebab Kurang Nafsu Makan

Stress Bisa Meningkatkan Resiko Asam Lambung Kambuh?

Stress Bisa Meningkatkan Resiko Asam Lambung Kambuh?

Stress Bisa Meningkatkan Resiko Asam Lambung Kambuh?

Oriflakes, Bantul – Pernahkah Anda mengalami gejala asam lambung yang tiba-tiba kambuh saat merasa stress atau cemas secara berlebihan? Bagi sebagian orang stress bisa meningkatkan resiko kambuhnya penyakit asam lambung. Namun sedikit orang yang menyadari hubungan dari kedua hal ini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan stress memicu kambuhnya asam lambung. Stress atau kecemasan sebenarnya memang respon alami tubuh saat berada dalam situasi tertentu, yang bisa memicu kambuhnya penyakit asam lambung, jika stressnya cukup parah. 

Tapi jangan khawatir, ada beberapa cara pencegahan dan penanganan yang bisa Anda coba untuk meredakan gejala kambuhnya asam lambung saat stress terjadi. Apa sajakah itu? Yuk simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

BACA JUGA: Kenali Penyebab Asam Lambung Kronis

Hubungan Stress dan Penyakit Asam Lambung

Hubungan stress dan asam lambung

Penyakit asam lambung terjadi saat katup sfingter, yaitu pembatas antara lambung dan kerongkongan, yang tidak dapat menutup secara sempurna dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dengan mudah. Hal ini lantas sering menyebabkan penderita asam lambung mengeluhkan rasa panas atau terbakar di dada. 

Sementara itu, stress justru bisa memperburuk gejala penyakit asam lambung ini, dan kecemasan adalah respon alami yang muncul terhadap stress dalam tubuh. Itulah sebabnya, stress bisa memperparah penyakit asam lambung dan membuatnya semakin sering kambuh karena siklus ini akan berulang terus menerus.

Menurut sebuah penelitian di Journal of Neurogastroenterology and Motility, stress dan kecemasan dapat memperparah gejala asam lambung dengan cara seperti berikut.

  • Stress dan kecemasan akan mengurangi tekanan dan melemahkan katup sfingter, yaitu pita otot pembatas antara lambung dan kerongkongan agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.
  • Stress dan kecemasan juga dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlangsung cukup lama. Jika hal ini mempengaruhi otot-otot disekitar perut, maka tekanan ini akan mendorong cairan asam lambung naik ke atas.
  • Tingkat stress yang tinggi juga dapat meningkatkan produksi asam lambung secara berlebihan.

BACA JUGA: Waktu makan paling tepat untuk penderita asam lambung

 

Stress dan Asam Lambung Memicu Lingkaran Setan

Gejala kambuhnya penyakit asam lambung akan berbeda pada setiap orang. Pada penderita asam lambung yang memiliki tingkat stress tinggi, gejala penyakit asam lambung seperti nyeri, mulas dan dada terasa panas akan terasa lebih parah dibandingkan penderita asam lambung yang tidak mengalami stress. Selain itu, rasa sakit saat asam lambung kambuh justru juga menyebabkan seseorang bisa mengalami stress.

Hubungan tiada akhir antara stress dan asam lambung inilah yang kemudian sering disebut dengan istilah “lingkaran setan”. Penyakit asam lambung bisa menyebabkan stress, disisi lain stress juga bisa memperparah kondisi asam lambung.

Selain stress, ada beberapa penyebab kambuhnya asam lambung seperti:

  • Langsung tidur setelah makan
  • Mengkonsumsi makanan berlemak, pedas, asam dan gorengan
  • Memiliki masalah obesitas
  • Minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol
  • Merokok

 

Cara Mengelola Stress yang Menyebabkan Asam Lambung Kambuh

Memahami bagaimana cara mengelola stress memang dapat mengurangi resiko penyakit asam lambung. Tak hanya asam lambung, dengan memahami cara mengelola stress, beberapa penyakit seperti penyakit jantung, stroke, obesitas, sindrom iritasi usus besar juga bisa dihindari. Berikut beberapa cara mengelola stress yang bisa Anda coba.

  • Olahraga

Melakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit sehari dapat membantu mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang dan melepaskan hormon alami yang membuat kamu merasa nyaman.

  • Hindari Makanan Pemicu

Saat sedang stress, sebaiknya hindari makanan pemicu asam lambung seperti makanan pedas, berlemak, gorengan, asam dan minuman beralkohol serta berkafein.

  • Tidur yang Cukup

Tidur merupakan pereda stress secara alami. Jadi sebaiknya penuhi waktu tidur selama 8 jam sehari untuk mengurangi rasa stress yang muncul.

  • Praktikan Teknik Relaksasi

Anda bisa mencoba melakukan Yoga dengan mengikuti kelas yoga yang dibimbing oleh instruktur profesional atau mendengarkan musik yang menenangkan.

  • Belajar Mengatakan Tidak

Salah satu pemicu stress adalah karena Anda sulit mengatakan “tidak” dan selalu mengiyakan perkataan orang lain, walaupun itu bukan prioritas Anda. Oleh karena itu, tidak apa-apa untuk menolak hal-hal yang tidak termasuk prioritas Anda.

  • Perbanyak Hiburan

Menonton film atau video lucu atau bahkan berkumpul bersama teman yang menyenangkan juga bisa menjadi cara efektif bagi Anda untuk meredakan stress.

Selain mengatasi Stress yang muncul, Anda juga perlu mengkonsumsi makanan pendukung untuk membantu melapisi dan melindungi dinding Lambung Anda, seperti ORIFLAKES GAZTRO. ORIFLAKES GAZTRO merupakan produk bubur sereal dari formulasi umbi ararut, gula kelapa dan susu kambing etawa yang baik untuk kesehatan lambung. 

Dengan rutin mengkonsumsi ORIFLAKES GAZTRO akan membantu Anda melindungi lambung dari penyakit asam lambung. Cukup dengan mengkonsumsinya sebanyak 2 hingga 3 kali sehari. 

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang hubungan antara stress dan kambuhnya penyakit asam lambung. Dengan mengetahui hal ini, maka Anda bisa lebih memperhatikan kondisi diri dan mengurangi rasa stress yang muncul. Semoga bermanfaat.

Benarkah Menonton Video Mukbang Bisa Meningkatkan Nafsu Makan?

Benarkah Menonton Video Mukbang Bisa Meningkatkan Nafsu Makan?

Apakah Anda suka menonton video mukbang? Tren makan dalam porsi besar dari Korea selatan ini, ternyata selalu berhasil menarik minat banyak penonton, terutama di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, muncul anggapan bahwa menonton video ini bisa meningkatkan nafsu makan lho. Benarkah demikian?

Untuk mengetahui kebenarannya, simak artikel ini sampai tuntas ya.

Apa itu Mukbang?

Saat mendengar kata “Mukbang” sebagian orang pasti langsung terbayang seseorang yang sedang makan dalam porsi yang banyak. Dilansir dari kontan, kata Mukbang berasal dari kata Muk-ja yang berarti makan, dan bang-song yang berarti siaran. Jadi, Mukbang bisa diartikan dengan orang-orang yang menyiarkan diri mereka sendiri saat sedang makan.

Selain menyiarkan saat sedang makan, host video mukbang biasanya juga akan berinteraksi dengan penonton sambil menunjukkan ekspresi khas, untuk membuat videonya semakin menarik. Topik obrolannya pun tak jauh dari makanan yang ia santap. Bisa seputar rasa, tekstur, hingga cara pengolahan makanannya.

Makanan yang dihidangkan dalam konten mukbang biasanya juga bermacam-macam. Namun, kebanyakan host memilih makanan yang berlemak, tinggi kalori, manis-manis dan dalam porsi yang banyak. Walaupun ada juga host mukbang yang membuat video dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

BACA JUGA: Tips Hidup Sehat dengan Memilih Makanan Sehat

Bagaimana Menonton Mukbang bisa mempengaruhi nafsu makan?

Mukbang memperngaruhi pola makan

Setelah menonton video mukbang, sebagian orang sering mengeluhkan rasa lapar dan ada juga yang nafsu makan yang justru meningkat. Lantas apa yang sebenarnya terjadi?

Nafsu makan yang meningkat setelah menonton video mukbang bisa disebabkan oleh 2 hal, yaitu efek video yang menampilkan makanan dan juga efek suara kunyahan makanan.

Menurut penelitian dr. Kathleen A. Page dari University of Southern California, gambar makanan memang bisa membuat lapar. Hal ini karena saraf  akan meneruskan gambar makanan yang tertangkap mata menuju otak. Otak kemudian akan memerintahkan tubuh untuk makanan, hal inilah yang sering disebut “Lapar Mata”. 

Lalu penyebab yang kedua, bisa karena pengaruh suara kunyahan makanan saat mukbang yang memiliki efek ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Secara pengertian, ASMR artinya sensasi tergelitik pada otak yang muncul saat melihat atau mendengar rangsangan yang menyenangkan.

Suara dengan efek ASMR ini biasanya dibuat dengan cara memasang microphone yang sangat peka pada suara seperti bunyi kriuk, menyeruput kuah, bunyi crunchy dan lainnya. Suara inilah yang kemudian membuat otak menjadi rileks dan menyebabkan rasa lapar perlahan muncul sekaligus memicu nafsu makan datang.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa orang yang menonton video mukbang memang mengalami peningkatan nafsu makan. Hal ini diduga disebabkan oleh pelepasan hormon serotonin, endorfin dan dopamin, akibat efek gambar makanan dan suara ASMR, yang membuat penontonnya merasa bahagia dan termotivasi untuk makan lebih banyak. 

 

Dampak Positif Menonton Video Mukbang

Menonton video mukbang memiliki beberapa dampak positif, seperti berikut ini

Mengurangi Stress

Stress bisa muncul akibat banyak hal, seperti tekanan pekerjaan, masalah pribadi dan bisa karena faktor lingkungan. Nah, kabar baiknya, dengan menonton video mukbang, ternyata dapat membuat Anda merasa lebih bahagia. Hal ini terjadi karena ada pelepasan hormon serotonin, endorfin dan dopamin yang memicu rasa bahagia. 

Meningkatkan nafsu makan 

Ketika nafsu makan menurun, tubuh bisa kekurangan asupan nutrisi dan kesehatan akan terganggu. Penurunan nafsu makan sendiri juga bisa karena stress, penyakit, hingga efek samping obat-obatan. 

Oleh karena itu, untuk kembali meningkatkan nafsu makan, Anda bisa menonton video mukbang. Tapi tentunya saat nafsu makan kembali meningkat, pastikan makan makanan yang tinggi kandungan nutrisi, seperti serat, vitamin dan mineral. 

 

Dampak Negatif Terlalu Sering Menonton Video Mukbang

Menonton video mukbang memang menarik dan menghibur bagi sebagian orang. Namun,  terlalu sering menonton video ini ternyata dapat memberikan negatif bagi kesehatan tubuh.

Memicu gangguan makan

Video mukbang memang menampilkan cara makan berlebihan yang dapat memicu gangguan makan berlebih atau binge eating disorder. Gangguan ini akan membuat penderitanya sulit mengatur porsi makan atau memilih jenis makanan yang ia konsumsi. Lama-kelamaan, binge eating disorder akan menimbulkan masalah kesehatan, seperti obesitas. 

Mendorong penonton mengonsumsi makanan tidak sehat

Video mukbang memang dapat mendorong atau meningkatkan nafsu makan penontonnya. Bahkan, video ini juga sering kali membuat penontonnya ingin mencoba makanan yang sama dengan yang host makan.

Namun sayangnya, makanan yang ada pada video mukbang sering kali merupakan jenis makanan yang tidak sehat, misalnya junk food atau makanan yang terlalu pedas.

Jika Anda mengonsumsi makanan cepat saji dalam porsi banyak dan terlalu sering, risiko terjadinya obesitas dan penyakit lain, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular pun akan meningkat.

 

BACA JUGA: 10 Mitos Diet Menurunkan Berat Badan

 

Menonton video Mukbang memang memiliki manfaat terutama bagi Anda yang ingin mengatasi masalah stress dan turunnya nafsu makan. Namun, saat nafsu makan Anda sudah meningkat, sebaiknya memilih makanan yang sehat dengan porsi yang sewajarnya agar asupan nutrisi tetap terjaga.

Selain itu, Anda juga perlu ingat, bahwa makan dalam jumlah banyak dan waktu singkat tidaklah baik untuk kesehatan. Sebaiknya kunyahlah makanan hingga cukup halus sebelum menelannya, sehingga lambung lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisi makanan.

Jika setelah menonton video mukbang Anda justru mengalami gangguan kesehatan, sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk penanganan yang tepat.

BACA JUGA : Penyebab Badan Kurus pada Orang Dewasa dan Cara Mengatasinya

Tips Menjaga Kesehatan Lambung Saat Lebaran

Tips Menjaga Kesehatan Lambung Saat Lebaran

Tips Menjaga Kesehatan Lambung Saat Lebaran

“Saat lebaran, banyak orang lupa menjaga pola makan sehatnya. Akibatnya, banyak muncul keluhan gangguan asam lambung, karena kesehatan lambung tidak dijaga saat lebaran”                                                 

Setelah sebulan penuh menjalani puasa, seluruh umat islam akan merayakan hari raya idul fitri atau yang sering disebut dengan lebaran. Momen lebaran ini pun menjadi semakin meriah dengan hadirnya berbagai hidangan khas yang lezat dan menggoda lidah. Sayangnya banyak orang yang kalap dan mengabaikan pola makan yang sehat saat lebaran, sehingga memicu munculnya penyakit asam lambung.

Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease disingkat GERD, merupakan penyakit pencernaan (lambung) yang muncul akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan sehingga menyebabkan sensasi terbakar atau panas di dada. Jika ini terjadi, tentu akan mengganggu momen kebersamaan keluarga saat lebaran. Lantas apa yang harus dilakukan agar penyakit ini tidak muncul saat lebaran? Simak selengkapnya di artikel ini.

Kenali Gejala Asam Lambung Naik

Hal pertama yang perlu kita tahu adalah gejala yang muncul saat asam lambung naik. Walaupun disebut penyakit asam lambung, namun faktanya gejala yang muncul tidak hanya di lambung saja, namun bisa berakibat pada bagian tubuh yang lain. Beberapa gejala yang umum muncul yaitu:

  • Sensasi terbakar di dada yang sering muncul setelah makan dan kadang menjadi lebih buruk di malam hari.
  • Nyeri di dada
  • Kesulitan menelan d
  • an cenderung terasa sakit untuk menelan
  • Sensasi ada benjolan di tenggorokan
  • Rasa mual berlebihan yang bisa memicu muntah
  • Batuk kronis
  • Radang tenggorokan
  • Hingga gangguan tidur dimalam hari

BACA JUGA: 8 Cara Mengobati Asam Lambung di Rumah

 

Tips Menjaga Kesehatan Lambung saat Lebaran

Tips menjaga kesehatan lambung

Asam lambung naik saat lebaran memang sangat mengganggu nikmatnya momen kebersamaan dengan keluarga. Namun jangan khawatir, kita tetap bisa mencegah asam lambung naik dengan beberapa tips menjaga kesehatan lambung selama lebaran berikut ini.

  • Perhatikan Porsi Makan

Salah satu kebiasaan buruk yang sering muncul saat lebaran adalah makan terlalu banyak. Hal ini perlu kita hindari karena mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak dalam waktu singkat bisa membuat lambung kaget dan memicu kenaikan asam lambung secara berlebihan. Akibatnya, perut akan terasa begah dan tidak nyaman. Jadi sebaiknya makan secukupnya saja, dan berhentilah sebelum kenyang, selezat apapun makanannya.

  • Hindari Makan Kue Tertentu saat Perut Kosong

Saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga, sering kita mendapat suguhan kue kering yang begitu menggoda untuk disantap. Meski demikian, sebaiknya berhati-hatilah mengkonsumsinya, karena sebagian kue kering terbuat dari campuran mentega yang mengandung lemak jenuh serta coklat.

Lemak dan kandungan coklat ini dikenal dapat mengganggu pencernaan makanan sehingga memicu asam lambung naik, apalagi saat perut kosong. Jadi sebaiknya selektiflah dalam memilih kue dan lebih baik makan hidangan lain yang sehat sebelum berkunjung. 

  • Kurangi Makanan Berlemak

Selain kue, masih banyak hidangan lezat khas lebaran yang mengandung banyak lemak. Sebut saja makanan seperti goreng-gorengan yang tentu pada proses memasaknya juga sudah menggunakan minyak yang mengandung banyak lemak.

Makanan bersantan, seperti opor, gulai, kari dan rendang juga mengandung banyak lemak yang perlu kita waspadai. Mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan lambung kesulitan mencernanya, sehingga memicu gangguan pada lambung. Saat perut dalam kondisi penuh, asam lambung akan diproduksi lebih banyak sehingga rentan naik ke kerongkongan.

Selain itu, mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan juga meningkatkan resiko obesitas yang juga bisa meningkatkan resiko penyakit asam lambung itu sendiri. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih makanan berat walaupun mereka lezat, sebaiknya kita jangan kalap.

  • Batasi Minuman Manis

Makanan khas lebaran tentu gak akan lengkap jika tidak disandingkan dengan minuman manis yang begitu menggoda lidah. Masalahnya, kembali lagi ke kebiasaan orang-orang yang suka kalap untuk minum minuman manis yang kerap disajikan saat lebaran. Sebut saja, sirup, teh manis, kopi, soda, coklat dan minuman manis lainnya. 

Sayangnya, minum minuman manis  secara berlebihan bisa meningkatkan kadar gula darah dan cenderung bisa berimbas ke organ pencernaan. Apalagi minuman seperti teh, kopi dan soda yang mengandung kafein, tentu bisa menyebabkan penyakit asam lambung naik. Jadi sebaiknya batasi konsumsi minuman manis selama lebaran yaa.

  • Perbanyak Minum Air Putih

Setelah berhasil menghindari konsumsi beberapa makanan dan minuman secara berlebihan, kini saatnya kita  untuk minum air putih dengan jumlah yang cukup. Kenapa harus melakukan ini?

Bukan tanpa alasan, tapi faktanya minum air putih dapat membantu proses detoksifikasi tubuh. Dengan minum air putih sebanyak 1,5 – 2 liter sehari dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh, termasuk tumpukan lemak jenuh yang mengendap di lambung.

Selain itu, air juga dapat membantu meredakan keluhan asam lambung karena memiliki pH netral yang dapat mengurangi tingkat keasaman lambung dan membilas kerongkongan agar asam lambung yang sampai ke kerongkongan ikut turun ke lambung.

Walaupun bermanfaat, bukan berarti kita harus mengkonsumsi air putih dalam jumlah banyak ini dalam satu waktu sekaligus. Kalau melakukan hal ini, justru bisa membuat perut kembung. Jadi sebaiknya minumlah air putih secara berkala dengan jeda waktu tertentu.

  • Konsumsi Makanan Tinggi Nutrisi

Walaupun banyak makanan lezat selama lebaran, kita tentu tetap harus memperhatikan asupan nutrisi sehari-hari juga. Nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan lambung bisa kita dapatkan melalui buah dan sayuran yang kaya vitamin, mineral, dan serat.

Beberapa buah yang bisa kita konsumsi seperti, pisang, apel, melon, semangka, kelapa, alpukat dan pepaya. Untuk sayurnya, kita bisa mengkonsumsi brokoli, asparagus, kembang kol, kentang, mentimun, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya. 

Selain itu, lengkapi juga asupan nutrisi dengan mengkonsumsi ORIFLAKES GAZTRO, yaitu sereal dengan bahan dasar umbi ararut yang tinggi serat. Selain itu sereal ini juga mengandung susu kambing etawa, yang bersifat basa dan mampu membantu menetralkan asam lambung. 

Cara penyajiannya yang PRAKTIS, hanya tinggal seduh saja, tentu tidak akan mengganggu momen kumpul bersama keluarga. Untuk info selengkapnya, hubungi kontak di website ini yaa.

Jadi itulah beberapa Tips untuk menjaga kesehatan lambung saat lebaran, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Yuk Jaga Kesehatan Lambung dan Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Bersama Oriflakes. Kami segenap Keluarga besar ORIFLAKES mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

BACA JUGA: 11 Cemilan untuk Asam Lambung yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Tips Menjalani Puasa Bagi Penderita Asam Lambung

Tips Menjalani Puasa Bagi Penderita Asam Lambung

Sebagian penderita asam lambung mungkin sering was-was ketika memasuki bulan puasa. Karena muncul anggapan bahwa puasa bisa memperparah kondisi asam lambung. Jangan khawatir, menurut penelitian, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya dapat membantu mengurangi resiko penyakit asam lambung kambuh. Lantas bagaimana cara menjalani puasa yang benar tanpa cerita asam lambung naik? Simak Tips puasa dibawah ini yaa

BACA JUGA: Manfaat Puasa untuk Penderita Asam Lambung

Kenali Penyebab Asam Lambung Naik

Asam lambung sebenarnya terjadi akibat pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat. Oleh karena itu, puasa bisa menjadi salah satu cara meredakan gejala asam lambung, karena saat berpuasa, pola makan kita menjadi lebih teratur, yaitu pada saat sahur dan buka. Selain pola makan yang tidak teratur, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan asam lambung naik, seperti:

  • Mengkonsumsi makanan dalam porsi besar dalam satu waktu
  • Minum soda, teh, kopi dan minuman beralkohol
  • Suka makan dengan sambal yang pedas
  • Selalu makan dengan gorengan
  • Mengkonsumsi makanan yang asam, bersantan dan banyak minyaknya
  • Makan sambil berbaring
  • Sehabis makan langsung tidur
  • Merokok
  • Kurang konsumsi makanan berserat
  • Kelebihan berat badan dan
  • Efek obat-obatan tertentu

Asam lambung sebenarnya merupakan cairan yang bermanfaat bagi tubuh, karena membantu proses pencernaan dan pengolahan makanan. Namun, jika jumlah produksinya berlebihan, maka dapat menyebabkan masalah, seperti rasa nyeri di ulu hati, sesak nafas, hingga dada terasa terbakar. Hal ini disebabkan karena melemahnya otot sfingter (katup pembatas antara lambung dengan kerongkongan dan dibarengi dengan produksi asam lambung berlebih. Lalu mengakibatkan cairan asam lambung bisa naik melalui kerongkongan dan menyebabkan iritas di lapisan kerongkongan.

Oleh karena itu, demi menjaga agar asam lambung tidak naik selama puasa, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini.

Tips Mencegah Asam Lambung Naik selama Berpuasa

Tips asam lambung

Agar bisa menjalankan puasa dengan lancar dan bisa memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh berkah ini, Anda perlu menjaga lambung agar tidak bermasalah. Tentunya dengan menjaga pola makan, pola pikir dan juga pola hidup yang baik untuk mencegah asam lambung kambuh. Lantas bagaimana caranya? simak tips puasa ini satu persatu yukk

BACA JUGA: 8 Cara Mengatasi Asam Lambung dirumah

  • Hindari Melewatkan Makan Sahur

Sahur sangatlah penting, terutama untuk memberikan nutrisi pada tubuh sebelum menjalani puasa seharian. Jika Anda melewatkan sahur dan memaksakan diri untuk menjalani puasa, tentu hal ini akan meningkatkan resiko asam lambung naik dan kambuh saat puasa. Jadi, untuk mencegah asam lambung naik di siang bolong, penting bagi seorang penderita asam lambung untuk menjaga makan sahur.

  • Makan Secara Perlahan

Tips puasa selanjutnya Tak kalah penting, makanlah dengan perlahan dan tidak terburu-buru. Usahakan untuk mengunyah makanan dengan baik hingga halus untuk memudahkan lambung mencerna makanan tersebut. Karena makanan yang tidak dikunyah dengan benar malah bisa memicu asam lambung naik. Jadi, makanlah secara perlahan dan nikmati setiap kelezatan menu sahur atau berbuka Anda.

  • Makan dengan Porsi Kecil

Meski lapar, seorang penderita asam lambung tidak boleh kalap makan. Karena ketika seorang penderita asam lambung mengkonsumsi makanan dalam porsi besar dalam satu waktu dapat membuat lambung penuh. Saat penuh, lambung akan memproduksi lebih banyak cairan asam lambung untuk mencerna makanan. Pada kondisi ini, cairan asam lambung tentu lebih berisiko naik melewati otot sfingter dan melukai kerongkongan. Sebaiknya konsumsilah makanan dalam porsi kecil atau secukupnya untuk menghindari produksi asam lambung berlebih.

  • Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung

Setelah mengatur porsi makan dan cara makan yang tepat, yang tak boleh ketinggalan selanjutnya adalah menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung selama puasa. Karena faktanya, beberapa makanan dapat merangsang kenaikan asam lambung secara mendadak. Beberapa makanan dan minuman yang perlu Anda hindari saat waktu sahur maupun buka diantaranya seperti

  • minuman bersoda dan berkafein
  • makanan pedas dan tinggi lemak
  • gorengan
  • Coklat dan kopi
  • Tomat
  • Minuman asam
  • Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Setelah makan sahur maupun buka, rasa kantuk terkadang memang datang begitu saja dan seakan menggoda untuk tidur. Namun, hal ini perlu Anda hindari, karena tidur saat perut dalam kondisi penuh bisa menyebabkan asam lambung kambuh secara tiba-tiba. Sebaiknya Anda menunggu sekitar 2 sampai 3 jam setelah makan bila ingin tidur.

  • Segera Berbuka saat Sudah Waktunya

Saat memasuki waktu berbuka puasa, segeralah berbuka dengan mengkonsumsi air hangat terlebih dahulu agar lambung bisa rileks setelah kosong selama lebih dari 12 jam. Lalu mulailah mengisi perut dengan mengkonsumsi makanan berporsi kecil dan secara perlahan. Hal ini penting karena membiarkan perut kosong lebih lama bisa memicu asam lambung naik.

  • Tinggikan Bagian Kepala Saat Tidur

Tidur dengan posisi yang salah, bisa meningkatkan resiko asam lambung naik bagi penderitanya. Oleh karena itu, penting bagi penderita asam lambung untuk meninggikan bagian kepala sekitar 15 cm saat tidur. Hal ini berguna untuk mencegah asam lambung mengalir ke kerongkongan saat tidur. Selain tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi, Anda juga bisa tidur dengan posisi miring ke kiri untuk mencegah asam lambung naik

  • Kenakan Pakaian yang Longgar

Memakai pakaian yang ketat bisa menekan lambung dan mendorong cairan asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Jadi, sebaiknya pakailah pakaian yang longgar, terutama dibagian perut agar lambung tak tertekan. 

  • Kendalikan Emosi

Emosi negatif seperti stress dapat meningkatkan resiko asam lambung naik dan heartburn. Selain itu, menjaga emosi juga salah satu tujuan dalam puasa, selain menahan rasa haus dan lapar. Untuk mengendalikan emosi Anda, cobalah beristirahat sejenak jika merasa lelah dan lakukan relaksasi seperti latihan pernapasan.

  • Hindari Merokok

Kandungan nikotin dalam rokok diketahui dapat membuat katup sfingter (katup yang memisahkan lambung dengan kerongkongan) tidak berfungsi dengan baik. Jika ini terjadi, cairan asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di dada. Untuk itu, hentikanlah kebiasaan merokok karena dapat memperparah kondisi asam lambung sekaligus menyebabkan masalah kesehatan lainnya. 

  • Konsumsi Makanan yang Tepat dan Sehat

Sebagai salah satu tips mencegah asam lambung naik selama berpuasa, konsumsilah makanan dan minuman yang sehat bagi lambung. seperti

  • Makanan rendah lemak, seperti daging sapi rendah lemak, ikan dan dada ayam tanpa kulit.
  • Buah-buahan sehat, seperti pisang, pepaya, apel, melon, pir dan alpukat
  • Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, selada, dan sawi hijau.
  • Makanan tinggi serat, seperti nasi merah, biji-bijian, roti gandum dan Oriflakes.

 

Oriflakes sendiri merupakan sereal sehat dari bahan alami seperti umbi ararut, gula kelapa dan susu etawa yang ramah di lambung. Tak hanya ramah, namun Oriflakes juga dilengkapi dengan nutrisi yang bisa bantu menetralkan asam lambung berlebih, melindungi dan melapisi dinding lambung selama puasa. 

Cara membuatnya MUDAH dan PRAKTIS, cukup tuangkan 3 sendok makan Oriflakes dan tambahkan 150 ml air panas, lalu aduk merata dan Oriflakes siap dinikmati. Untuk melindungi lambung selama puasa, KONSUMSILAH Oriflakes saat sahur dan buka puasa.

  • Hindari Berolahraga Setelah Makan

Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan yang masuk, termasuk sesudah sahur maupun sesudah berbuka. Oleh karena itu, Jangan langsung berolahraga sesaat setelahnya. Lantas kapan waktu olahraga yang tepat setelah makan?

Setelah menyantap makanan sedang, berikan jeda setidaknya 1-2 jam sebelum berolahraga. Sementara bila Anda hanya mengkonsumsi camilan ringan, Anda cukup menunggu minimal 30 menit saja. Dengan melakukan ini, resiko asam lambung naik pun dapat dikurangi.

Jadi itulah beberapa tips  yang bisa Anda coba lakukan untuk mencegah asam lambung kambuh selama puasa. Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1444 H, Tetap jaga asupan nutrisi harian dan semoga puasanya lancar tanpa kendala..